Apa itu MCU Kursus Film?

logo kursus film

logo kursus film

MCU Kursus Film adalah penyedia layanan Pendidikan Film kepada siapa saja dan di mana saja. Peserta kursus bisa dari ragam kalangan, dari SD, SMP, SMA, Mahasiswa, hingga para profesional dan karyawan. Dikelola oleh Pengajar dan Praktisi Film yang telah berpengalaman. Materi kursus dapat dipilih dari yang umum hingga yang khusus.

Seminar dan Pelatihan Film

Latar belakang

Media dengar pandang (audio visual) semakin marak di tengah masyarakat global. Ini terlihat dari makin bertumbuhnya TV nasional, lokal, dan ragamnya channel tv berbayar. Belum lagi ekspresi seni film di berbagai laman web seperti youtube dan vimeo. Ditambah juga dengan tuntutan kerja yang semakin mewajibkan para pengusaha, profesional, pegawai, dan karyawan untuk menggunakan film sebagai ajang promosi dan dokumentasi. Sedangkan pengetahuan tentang film/video sangat sedikit bisa diperoleh mereka yang membutuhkannya.

Pengetahuan tentang film/video menjadi semakin dibutuhkan di era sekarang dan masa-masa mendatang. Perkembangan teknologi kamera profesional maupun kamera di gadget tidak berbanding lurus dengan pengetahuan penggunaannya. Kamera berteknologi tinggi dan berharga mahal itu hanya menghasilkan jutaan sampah hasil rekaman. Bagi dari segi kualitas gambar  maupun etika.

Pendidikan tentang film/video ini pun sangat terbatas dibanding jumlah para pemilik kamera dan gadget. Tidak adanya kurikulum tentang film/video di sekolah dan kampus umum menambah semakin tidak tersebarnya pengetahuan yang sangat penting di era ini.

Maka kami beberapa orang yang telah mengecap pendidikan film dan praktisi perfilman mendirikan MCU kursus film untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap ilmu film/video ini.

Siapa saja yang membutuhkan kursus film ini?

Jika pertanyaan dilontarkan, maka mudah saja menjawabnya. Yaitu semua orang yang memiliki kamera atau gadget berkamera. Dan hampir bisa dipastikan bahwa 2/3 penduduk Indonesia memiliki perangkat tersebut.

Tetapi kami akan mendeskripsikan lebih spesifik lagi siapa saja yang membutuhkan.

  1. Pelajar dari tingkat SD hingga SMA
  2. Mahasiswa
  3. Profesional
  4. Pegawai Negeri Sipil
  5. Karyawan Swasta
  6. TNI/Polri
  7. Guru dan Dosen
  8. Ibu Rumah Tangga

Lantas mengapa mereka membutuhkannya?

Pelajar SD hingga SMA

Jika berabad-abad lampau kemampuan baca tulis telah menjadi keharusan, maka di abad ini dan mendatang kemampuan menggunakan bahasa film/video ikut menjadi keharusan untuk dimiliki setiap manusia. Evolusi teknologi audio visual tidak dapat dihindari dan akan semakin berkembang melampaui imajinasi kita saat ini. Maka pembekalan terhadap siswa akan pengetahuan film semakin urgen jika kita tidak ingin mundur penjadi manusia primitif di era teknologi tinggi.

Pengetahuan film diajarkan bukan hanya tentang teknik menggunakan kamera. Tetapi juga sebagai wahana memahami film secara kritis. Aliran deras tontonan di bioskop, televisi, dan internet mengharuskan para siswa mampu mendefensifkan diri agar tidak tergerus oleh pengaruh buruk yang kerap terjadi.

Film sendiri mempunyai elemen yang sangat banyak. Bukan hanya menyangkut Gambar dan Suara (Visual & Audio), tetapi juga menyangkut drama, sastra (skenario), teknologi tinggi (high-end Tech) , manajemen, kreatifitas, kerjasama, dan aspek lainnya. Bukan hanya urusan teknis, tetapi juga budaya. Bukan sekedar tentang memencet tombol rekam, tetapi juga etika merekam.

Tetapi emang anak SD udah perlu?

Iya dong. Lihat saja di sekitar kita bagaimana anak SD kelas 1 pun telah lihai mengutak-atik gadget milik mereka sendiri atau milik orang tua dan kakak. Anak SD di luar negeri bahkan sudah bisa membuat film sendiri. Menghasilkan uang dari karya film mereka. Jadi bukan hal aneh jika pengetahuan film dikenalkan kepada para pelajar yang masih belia itu.

MAHASISWA

Jika kamu adalah mahasiswa, bagaimana aktivitas kuliah kamu dan penugasan? Pernahkan kamu ditugasi menonton film cerita atau film dokumenter? Pernahkah kamu melihat hasil penelitian dengan rekaman video? Pernahkan kamu dapat tugas dan mendokumentasikannya dengan video? Apakah penelitian kamu divideokan? Lalu apakah kamu punya pengetahuan memadai tentang pembuatan film/video?

Pertanyaan-pertanyaan itu kamulah yang dapat menjawabnya. Dan pengalaman membuktikan bahwa pengetahuan tentang film/video adalah mutlak dibutuhkan oleh para mahasiswa. Kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler kini sangat akrab dengan media audio-visual. Jika para mahasiswa tidak memiliki pengetahuan tentang itu, maka mereka hanya akan selalu menjadi penonton.

 

PROFESIONAL

Kebutuhan para profesional dalam mengangkat performa kerjanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s